<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diajar Basa Sunda &#187; drama</title>
	<atom:link href="http://diajarbasasunda.com/category/drama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diajarbasasunda.com</link>
	<description>Mari Kita Belajar Bahasa Sunda Bersama-sama</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Jul 2011 02:19:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>DALEM BONCÉL (Tarjamahan dina Basa Indonesia)</title>
		<link>http://diajarbasasunda.com/2010/02/09/dalem-boncel-tarjamahan-dina-basa-indonesia/</link>
		<comments>http://diajarbasasunda.com/2010/02/09/dalem-boncel-tarjamahan-dina-basa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 01:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aspal07</dc:creator>
				<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[dalem boncél]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diajarbasasunda.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[TOKOH PAMAÉN Kangjeng dalem Ema Boncél (Indungna Kanjeng Dalem) Bapa Boncél (Bapana Kanjeng Dalem) Pangawal Istri Kanjeng Dalem BABAK PERTAMA HALAMAN RUMAH BESAR DAN MEGAH. RUMAH DALEM. MENGHADAPI MEJA PENUH DENGAN MINUMAN DAN MAKANAN. KANGJENG DALEM SEDANG MENIKMATI NIKMATNYA CAHAYA MATAHARI PAGI. SAAT ITU ADA YANG DATANG. YAITU SALAH SEORANG PENGAWALNYA. KANGJENG DALAM MENATAP TERHADAP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TOKOH PAMAÉN</p>
<ol>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Kangjeng dalem</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#ff6600;">Ema Boncél (Indungna Kanjeng Dalem)</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#993366;">Bapa Boncél (Bapana Kanjeng Dalem)</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Pangawal</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#003300;">Istri Kanjeng Dalem</span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong>BABAK PERTAMA</strong></p>
<p>HALAMAN RUMAH BESAR DAN MEGAH. RUMAH DALEM. MENGHADAPI MEJA PENUH DENGAN MINUMAN DAN MAKANAN. KANGJENG DALEM SEDANG MENIKMATI NIKMATNYA CAHAYA MATAHARI PAGI. SAAT ITU ADA YANG DATANG. YAITU SALAH SEORANG PENGAWALNYA. KANGJENG DALAM MENATAP TERHADAP YANG DATANG. SEPERTINYA AGAK TERGANGGU, YANG DITATAP CEPAT-CEPAT MENYEMBAH.<span id="more-236"></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengawal (P)</strong></span>:  Hormat saya. Ada nenek-nenek dan kakek-kakek dari kampong, mengakunya orang tua dari kangjeng dalem, katanya ingin bertemu.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Kanjeng Dalem  (KD)</strong></span>: Kakek-kakek dan nenek-nenek dari kampung mengaku, orang tuaku, serta ingin bertemu?</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">P:</span></strong> Tidak salah lagi.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>KD:</strong></span> Usir !</p>
<p>KAKEK KAKAK DAN NENEK NENEK MENDAHULUI MASUK. SETELAH MENELITI SI NINI INGIN CEPAT CEPAT MERANGKUL</p>
<p><strong><span style="color:#ff6600;">Ema Boncel (EB):</span></strong> Boncel! Ternyata tidak disangka, kamu sudah menjadi orang. Menjadi Dalem. Ini ema Ocel. Dan juga ayah kamu (menarik tangan suaminya, dan terus merangkul).</p>
<p>MENYAKSIKAN KEJADIAN ITU KI PENGAWAL HANYA MERASA KASIHAN. KANGJENG DALEM MENAHAN RANGKULAN DARI SI NENEK SERTA MENDORONGNYA SAMPAI DENGAN TERJATUH.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KD:</span></strong> Pangawal, mengapa kamu malah melongo? Dua orang ini segera usir. Jika sudah ada di luar Tanya!, takut datangnya ke sini berniat untuk meminta. Berilah, kalau ada nasi sisa kemarin.</p>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong>EB:</strong></span> (<em>Bangun</em>) Kamu pasti lupa sama Ibu dan Bapak, karena lama tidak jumpa. Namun, Ibu dan Bapak tidak akan lupa terhadap kamu. Walupun sudah banyak yang berubah, Ibu yakin kamu itu anakku. Betul kan bapak? (<em>Bolak balik menatap suaminya dan kanjeng dalem</em>), Ini anak kita Si Boncel.</p>
<p><strong><span style="color:#993366;">Bapa Boncel:</span></strong> Bener, bener pisan!</p>
<p><strong><span style="color:#ff6600;">EB:</span></strong> Nah itu (<em>Menunjuk terhadap dagu Kangjeng Dalem</em>), ada tandanya! Bekas kamu jatuh di dapuran kelapa. Bekasnya persis anak boncel. Karena itu oleh ibu dijuluki Si Boncel.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>KD:</strong></span> Pengawal seret dua orang gila ini ke luar (<em>menunjuk</em>). Dari mana datangnya aku punya orang tua seperti itu. Masa ada dalem anak dari orang sembarangan.</p>
<p>PANGAWAL CEPAT-CEPAT MENGHAMPIRI IBU DAN BAPAK BONCEL. DUA DUANYA DISEREt KE LUAR. WALUPUN MENOLAK , HANYA TENAGA KAKEK-KAKED DAN NENEK-NENEK TIDAK BISA BERBUAT BANYAK</p>
<p><strong><span style="color:#ff6600;">EB:</span></strong> Boncel kamu tega mengusir ibu dan bapak? Kamu itu anak Ibu bocel. Ibu yang menyusui kamu. Ibu yang mengurusi kamu. Tapi kenapa kamu tidak mengakui ibu? Malah menganggap ibu tukang baramaen dan orang kurang seueudan. Mentang-mentang sudah menjadi orang, menjadi dalem, merasa hina mengaku orang tua terhadap ibu bapak sendiri.</p>
<p><strong><span style="color:#993366;">BB:</span></strong> Dosa kamu boncel pasti dosa. Utamanya dari ibu  kamu. Rasakanlah akibatnya!</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KD: </span></strong>Dosa dari mana datangnya. Aku tidak punya orang tua seperti itu. Dan juga orang tuaku sudah lama meninggal dunia. Ayo pengawal suruh menyingkir kakek-kekek dan nenek-nenek kurang seueudan.</p>
<p>IBU DAN BAPA BONCEL TERUS DISERET KE LUAR</p>
<p style="text-align:center;"><strong>BABAK KEDUA</strong></p>
<p>DI DALAM RUMAH KANJENG DALEM. DI ATAS TEMPAT TIDUR KANJENG DALEM TERLIHAT SEPERTI ORANG YANG PAYAH. KERJAANNYA GARUK-GARUK SEPERTI SANGAT GATAL. SEPERTINYA SUDAH MERASA TIDAK KUAT DIA LONCAT DARI TEMPAT TIDUR. LALU GERUK-GARUK LAGI PERSIS SEPERTI KELAKUAN MONYET.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KD:</span></strong> Aduh ampun! Ateul! Ateul! Ieung Ateul! Nyai ka mana kamu nyai! Mana obat itu? Buru-buru bawa ke sini! Ini akang sudah tidak kuat! Gatal sekujur tubuh (terus garuk-garuk!</p>
<p>DATANGLAH SEORANG WANITA CANTIK YAITU ISTRINYA KANJENG DALEM. DINA TANGANNYA TERLIHAT ADA BOKOR BERISI RAMUAN. KANJENG DALEM LALU DIOBATI. TAPI JANGANKAN MENJADI SEMBUH, RASANYA MALAH BERTAMBAH PARAH.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KD:</span></strong> Ramuan apa ini? Tidak terasa! Kurang panas! Malah bertambah gatal (<em>merebut bokor lalu dilemparkan)</em></p>
<p><strong><span style="color:#003300;">IKD:</span></strong> Harus diobati apa lagi, ternyata tidak ada yang manjur. Takutnya bukan penyakit biasa.</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KD: </span></strong>Apa maksudnya nyai bercerita seperti itu?</p>
<p><strong><span style="color:#003300;">IKD:</span></strong> Betul, bukankah ini gara-gara ….. ?</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KD:</span></strong> Gara-gara akang ngusur Nenek-nenek dan Kakek-kakek baramaen kurang seueudan?</p>
<p><span style="color:#003300;"><strong>IKD:</strong></span> Leres kitu tukang baramaen? Apakah benar mereka itu manusia kurang seuseudan? Takutnya benar mereka itu orang tua akang. Tapi, mungkin akang merasa malu, harus mengaku orang tua, karena fisikny yang hina.</p>
<p>KANJENG DALEM TERMANGU. TANGANNYA TETAP GARAK-GARUK</p>
<p><strong><span style="color:#003300;">IKD:</span></strong> Sebenarnya akang tidak harus merasa malu. Apalagi merasa hina. Burung palung bagus jelek, ayah ibu tunggul rahayu, bapa pohonnya derajat. Tidak akan ada kita jika tidak ada mereka. Jika menurutku, mumpung masih ada, akang segera menyuruh ponggawa, untuk mengundang orang tua akang. Pasti sekarang mereka sedang meratapi kesedihan di kampung.</p>
<p>KANJENG DALEM LANGSUNG MENANGIS</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KD:</span></strong> Menyadari aku berdosa kepada orang tua. Tidak akan nyai, akang tidak akan menyuruh orang lain. Antar oleh nyai, akang ingin pergi menemui Ibu dan Bapak. Akang akan meminta maaf. Akang ingin tobat.</p>
<p><strong><span style="color:#003300;">IKD:</span></strong> (Imut) Hayu akang ku abdi di anteur (nuyun salakina nu tetep teu eureun-eureun gegeret)</p>
<p style="text-align:center;"><strong>BABAK KETIGA</strong></p>
<p>RUMAH PANGGUNG JELEK. DI DEPAN, DISAKSIKAN OLEH ISTRI KANGJENG DALEM  NYUUH DI LAHUNAN IBU BONCEL.; DARI JAUH TERDENGAH SUARA TEMBANG LAGU INDUNG.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diajarbasasunda.com/2010/02/09/dalem-boncel-tarjamahan-dina-basa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

