Aksara Sunda Ngalagena
Dalam penulisan aksara sunda saat ini dikenal dua jenis aksara, yaitu ngalagena dan unicode. Keduanya merupakan standar baku penulisan aksara sunda. Perbedaannya adalah unicode adalah aksara sunda yang telah didaftarkan pada directory unicode dan berlaku secara universal. Unicode juga identik dengan tulisan yang kaku, jika aksara sunda ngalagena diibaratkan dengan tulisan tangan maka unicode ini adalah hasil produksi mesin komputer.
Namun begitu keduanya baik unicode maupuan ngalagena memiliki keunggualan dan kelemahan tersendiri. Salah satu kelemahan unicode adalah kesalahan cetak pada aksara “ja”.
Lalu bagainama, mana yang harus dipelajari?
Sesuai arahan pemerintah dan para ahli terkait keduanya boleh dipelajari, namun belakangan ini yang beredar di buku-buku sekolah adalah aksara sunda ngalagena.
Sekedar informasi bagi anda guru atau pengajar bahasa sunda. Janganlah dibut bingung untuk mengajarkan yang mana pada siswa. Jika anda menguasai akasara sunda unicode silakan ajarkan itu, atau jika anda sudah familiar dengan ngalagena silakan juga ajarkan itu. Pada pasanggiri bahasa Sunda tingkat provinsi yang dilaksanakan pada tanggal 17-20 Juli 2011, dewan juri mengijinkan keduanya dipakai pada saat peserta menulis. Namun pada saat membaca yang digunakan adalah aksara sunda unicode dengan huruf ja yang diperbaiki manual. Yang ditekankan pada penilaian ini adalah konsistensi menulis, Jika unicode pakailah unicode semua, jika menggunakan pasangan, pakailah pasangan semua, jika menggunakan “pamaeh” gunakan pamaeh.
Bagi saya sendiri sebenarnya lebih mudah mengajarkan unicode karena bisa menggunakan komputer dan web transliterasi yang ada pada sabilulungan.org/aksara. Namun dalam hal estetika ternyata saya baru sadar bahwa tulisan ngalagena itu lebih indah dan tidak kaku karena mengikuti kontur tulisan tangan.
Berikut ini adalah modul yang bisa anda dapatkan untuk belajar aksara sunda ngalagena berdasarkan bimtek aksara sunda yang dilaksanakan di lembang tahun lalu.
Download Modul Aksara Sunda Ngalagena. (Sedikit mengalami revisi)
Tulisan di atas bukan hasil karya penulis, melainkan oleh-oleh dari bimtek aksara sunda di Lembang. Peulis hanya sedikit melakukan revisi agar pembelajaran lebih mudah. Itu dilakukan denga menghilangkan aksara serapan dari bahasa lain.
Pairan